|
PETRObio
Petrobio Merupakan pupuk hayati dengan kandungan mikro organisme yang aman bagi lingkungan yang berfungsi untuk mengefektifkan penyerapan unsur hara dari tanah. Sehingga tanah secara berangsur – angsur dapat menyediakan kebutuhan unsur hara makro dan mikro bagi tanaman secara alami. Manfaat • untuk pupuk dasar • untuk pupuk susulan • meningkatkan / mengembalikan kesuburan tanah secara alami / biologi • merubah unsur hara yang diperlukan tanaman secara teratur • merangsang perkembangan dan pertumbuhan akar • mempercepat masa panen • meningkatkan hasil panen
Cara Penggunaan & aplikasi • ditabur / dibenamkan dalam tanah • tidak dicampur dengan pestisida / waktu nya berdekatan dengan pestisida minimal 3 ( tiga ) hari sebelum / sesudah aplikasi pestisida terutama pestisida butiran ( granule ) • tanaman palawija ( 2 x setahun ) umur 1 ( satu ) minggu dan umur 3 – 4 minggu setelah tanam • Tanaman buah yaitu awal / akhir musim penghujan ( 2 x / tahun ) • tanaman buah ( drum ) : 100 gram ( 1 sendok makan ) / drum • tanaman perkebunan 30 – 60 kg / ha • tanaman palawija 15 – 30 kg / ha |
|
 NUTRISEL Nutrisel adalah ramuan zat lengkap untuk melancarkan berbagai proses fisiologis ( pertumbuhan tanaman ) pada tanaman dan tanah, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik dan sehat
MANFAAT
1.Membantu penyerapan Nutrisi yang ada pada pupuk dan tanah agar terserap optimal 2.Menjaga kestabilan pH 3.Menetralisir racun yang berbahaya pada tanaman 4.Menyediakan makanan siap pakai yang sering kali makanan tersebut tidak siap pakai karena masih dalam bentuk gumpalan besar atau terikat kuat 5.Menjaga kesehatan tanaman dan tanah dari mikroba berbahaya 6.Menyediakan sumber energi bagi tumbuhan 7.Menyediakan zat pembangun yang cukup bagi tumbuhan 8.Membuat media tanam menjadi lebih dinamis dalam menyediakan makanan 9.Membantu pertumbuhan tanaman secara optimal 10.Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit 11.Meningkatkan produktifitas dan kualitas buah 12.Mencerahkan warna bunga
CARA PENGGUNAAN
1. Tanaman hias, sayuran, tanaman pangan, herbal : 50 ml/2 liter air ( 1/2 tutup botol) 2. Tanaman Buah ( tabulampot) : 5 ml / 1 liter air 3. Tanaman pohon ( tanaman buah, tanaman lascape, perkebunan, industri ) ukuran tinggi lebih kurang 2 meter : 10 ml / 1 liter air 4. Interval pemakain : 3 kali seminggu |
|
|
Srikaya San Pablo
Di Indonesia dikenal dengan Srikaya / buah Nona ( penyebutan di beberapa daerah berdasarkan nama Latin tanaman dari famili Anonaceas. Srikaya berbentuk perdu atau pohon, tingginya 3-6 m. Dengan daun yang sedikit berbulu di bagian bawahnya. Buah merupakan berbentuk bulat atau bentuk kerucut, b erdiameter 5-10 cm, terbentuk atas daun - daun buah yang berlekatan secara longgar atau hampir tidak bersinggungan, ujungnya yang membundar itu menonjol, sehingga permukaannya kelihatan berbisul kulit luar berwarna kuning kehijauan dengan bintik-bintik menyerbuk pada jenis tertentu berwarna merah ( Srikaya San Pablo ); daging buahnya, berwarna putih berbintik kuning. Bijinya berwarna coklat tua.
Manfaat Manfaat buah srikaya umumnya dimakan dalam keadaan segar. Daging buahnya dapat digunakan sebagai penyedap es krim, bahan baku pembuatan selai, sirup dan makanan olahan lainnya. Buah yang masih hijau dan biji mudanya memiliki sifat anticacing dan insektisida yang efektif.
Syarat Tumbuh Sarikaya tumbuh di daerah tropik pada ketinggian sampai 1.000 m dpl, berkat sifatnya sebagai tanaman yang bandel dan tahan kekeringan. Tanaman ini tumbuh pada tipe-tipe tanah yang kisarannya luas, dari mulai tanah berpasir sampai tanah liat berlempung (clay loam), hasil yang lebih tinggi dan lebih konsisten tampaknya hanya dapat dicapai jika pohon ditanam pada tanah berpasir atau tanah liat berpasir
Pemeliharaan Yang terpenting dalam pemeliharaan tanaman ini adalah pemberian air untuk mempertahankan kelembapan tanah. Pemberian air dapat dilakukan melalui pemberian air yang sedikit demi sedikit di bawah pohon atau melalui penyemprotan tajuk. Unsur hara yang diperlukan adalah K ( kalium ). Pohon yang dewasa dan sedang berbuah lebat mungkin memerlukan kalium sebanyak 2-4 kg/tahun. Melalui pemakaian kalium ini sebelum terjadinya pembungaan. Pohon Annona sensitif terhadap kekurangan zink dan boron. Penyemprotan boron dan kalsium pada saat pembungaan dan awal terbentuknya buah dapat juga bermanfaat untuk menurunkan insiden kecoklatan pada buah bagian dalam. |
|
Read more...
|
|
|